jaman sekarang 1 (b)


begitulah obrolan antara dua sahabat sekampung itu, penuh ide dan teori tapi minim praktek dan kerja nyata. ha ha……cuma diobrolkan saja ya mana bisa tergapai kesuksesan itu. hari-hari penuh penuh peluh dilalui oleh kedua orang itu, yang satu peluh karena bekerja keras, yang satu peluh gerah karena serba salah menghadapi kekakuan khas mertua yang serba mau menasehati hal yang baik dan kurang mengetahui kegalauan menantunya yang sebenarnya ingin membantu sebisa mungkin tapi disikapi dengan sikap yang ingin sesuatu pekerjaan dikerjakan sesuai dengan caranya, padahal jaman sudah berbeda, pikiran juga tentu berbeda. ya begitulah kira-kira keseharian masruhin di rumah mertuanya. dia selama ini memang tinggal dengan mertua karena, ya tentu karena belum punya rumah sendiri.

jaman sekarang 1 (a)


iya to masruhin, kenapa hayo harus malu toh kita nda berbuat sesuatu yang memalukan, klo cuman mikul dagangan wong yang kita dagangkan barang yang halal dan bersih nda jorok. iya memang begitu mas parmin kita malu pada kemampuan diri sendiri ya, klo gini kapan mau maju kebentur sama malu, ewuh ha ha ha apalagi pas mikul nanti ketemu ama manten yang lagi jalan dengan mercynya tambah runyam. iya tu kan mas…….

ha ha ha ha…..tapi toh klo kita terus maju dan kita kesampingkan dulu rasa emoh itu kitaa baru menemukan satu langkah u ntuk bisa meraih impian kita,  kan nda cuman itu saja kan, masih banyak lagi selain hal tersebut.

betul mas itu hanya sebagian langkah, klo kita belum bisa menemukan bagaimana kita bisa ewuh dan menyingkirkannya mustahil kita kan menemukan cara selanjutnya ya kan mas.

ho o mas, sip. ini pun sebatas omongan klo prakteknya wahhhhh nda sebasah yang kita obrolkan, nda selicin lidah ini bergulat di dua rongga rahang kita ya…………………ha ha hah ha.