jaman sekarang 1 (a)


iya to masruhin, kenapa hayo harus malu toh kita nda berbuat sesuatu yang memalukan, klo cuman mikul dagangan wong yang kita dagangkan barang yang halal dan bersih nda jorok. iya memang begitu mas parmin kita malu pada kemampuan diri sendiri ya, klo gini kapan mau maju kebentur sama malu, ewuh ha ha ha apalagi pas mikul nanti ketemu ama manten yang lagi jalan dengan mercynya tambah runyam. iya tu kan mas…….

ha ha ha ha…..tapi toh klo kita terus maju dan kita kesampingkan dulu rasa emoh itu kitaa baru menemukan satu langkah u ntuk bisa meraih impian kita,  kan nda cuman itu saja kan, masih banyak lagi selain hal tersebut.

betul mas itu hanya sebagian langkah, klo kita belum bisa menemukan bagaimana kita bisa ewuh dan menyingkirkannya mustahil kita kan menemukan cara selanjutnya ya kan mas.

ho o mas, sip. ini pun sebatas omongan klo prakteknya wahhhhh nda sebasah yang kita obrolkan, nda selicin lidah ini bergulat di dua rongga rahang kita ya…………………ha ha hah ha.

jaman sekarang 1


jaman sudah berubah mas, kalau kau tak punya duit ya utanglah di bank, kata parmin menanggapi keluhan masruhin yang bercerita kalau dia mau usaha lagi untuk bisa berdagang karena modal yang telah dijalankannya habis ludes karena usahanya gagal total. wah saya takut pak min itu kan nda boleh sama Alloh sesuai ilmu yang pernah saya tuntut dulu, itu kan riba. iya mas kalau kamu takut-takut ya nda bakalan kau bisa berutang dengan saudara sendiri aja kita sekarang ini sering kasih bunga atau malah mereka yang memang minta di awal, jaman sudah berubah klo dulu haram sekarang toh banyak yang melanggarnya. sekarang ini rentenir memang dilarang tapi ya itu kalau yang sudah berijin resmi ya bisa lancar berdagang uang, coba mas itung berapa banyak lembaga pembiayaan yang ada di kota ini, buanyaaaak mas, dan usaha mereka berkembang pesat.

memang sangat jauh dengan jaman kakek kita bapak-bapak kita dahulu, mereka sangat tidak tergantung dengan lembaga pembiayaan karena mereka lebih bisa menahan akan kebutuhan yang saat ini dianggap penting tapi dahulu itu tidak penting, apa itu mas ? coba sekarang banyak orang belum terlalu butuh motor tapi karena alasan untuk usaha agar lancar dan cepat akhirnya pinjam modal di bank untuk beli motor padahal kan bisa dengan cara lain misal didorong dengan gerobak atau dipikul kan bisa tapi ya itu jaman sudah berubah orang malas untuk melakukan itu, tapi masih ada lho mas yang mau berdagang denga cara mikul. lha mbok mas ruhin coba cara itu. iya sih tapi kok mental saya belum berani, agh mas bisa cuma omong aja, ya enggak kan saya juga nda mau utang di bank, lha itu mikul aja malu nda mental…payah.